Kasih Sayang Terindah
Alkisah, ada sepasang suami isteri yang hidup rukun dan bahagia. Namun setelah sepuluh tahun menikah, mereka belum juga dikarunia seorang anakpun. Mereka masih saling mencintai tetapi si suami ingin memiliki anak sehingga ia memutuskan untuk menceraikan isterinya. Setelah melalui perdebatan dan pertengkaran yang panjang, si isteri terpaksa menerima keputusan suaminya. Ia bersedia diceraikan suaminya tetapi dengan syarat : IA BOLEH MEMBAWA SESUATU YANG SANGAT BERHARGA YANG SANGAT IA SAYANGI DARI RUMAH MEREKA.
Sang suami langsung setuju dengan permintaan isterinya. Dan, malam itu mereka berdua mengadakan makan malam yang sangat romantis di rumah mereka sebagai pesta perpisahan. Dalam acara makan malam itu, si suami meneguk anggur cukup banyak karena sesungguhnya ia merasa tertekan dan berat hati untuk menceraikan isterinya. Tetapi karena dia ingin sekali memiliki anak untuk menjadi ahli warisnya,maka ia bersikeras untuk menceraikan sang isteri. Ia ingin menikah lagi dengan wanita yang bisa memberinya keturunan.
Akibat minum anggur terlalu banyak, si suami menjadi mabuk dan tak sadarkan diri. Sementara si isteri tampak melamun dan sesekali menghapus air matanya.
Keesokan harinya, si suami terbangun dengan kepala berat dan sadar bahwa ia tidak berada di kamar tidurnya. Ia tidak tahu di mana ia berada tetapi ia melihat sosok isterinya sedang duduk di sebuah kursi yang terletak di samping ranjang.
“Ada dimanakah kita? Apakah aku sedang bermimpi?” Tanya sang suami lirih.
“Kamu ada di rumah orang tuaku, sayang.” Sang isteri menjawab sambil tersenyum lembut.
“Lho, maksudnya..kamu..membawaku ke rumah orang tuamu? Buat apa? Bukankah seminggu lagi kita akan bercerai?”
“Kamu pernah berjanji akan memenuhi persyaratan yang kuminta sebelum kita bercerai. Kamu bilang, aku boleh membawa sesuatu yang sangat berharga yang aku sayangi. Kamu tahu, sesuatu yang berharga dan yang aku sayangi adalah dirimu. Karena itu kamu kubawa kemari. “ Ujar sang isteri sambil membelai kepala suaminya dengan mesra.
Si suami tercenung sejenak, kemudian ia bangun dan memeluk isterinya.
“Maafkan aku, sayang…Seharusnya aku sadar betapa besarnya cintamu kepadaku. Walau aku bermaksud menceraikanmu tetapi kamu masih mencintaiku. Itu jauh lebih berharga dari seorang anak. “ Ujar sang suami sembari mengecup kening isterinya.
Suami isteri itupun mengalami pemulihan dan berkomitmen untuk saling menjaga dan mencintai sampai maut memisahkan mereka.
Dalam pernikahan, suami harus lebih mengasihi isteri daripada anak. Demikian juga isteri. Karena berkat yang terutama dalam pernikahan adalah pasangan kita. Anak adalah new comers yang merupakan berkat tambahan di dalam kehidupan suami isteri. Bukan berarti kita tidak boleh mengasihi anak, tetapi..jangan jadikan alasan ‘tak punya anak’ untuk menceraikan pasanganmu.
NOTE : ORANG YANG MENGERTI BAHWA BERKAT UTAMA DALAM PERNIKAHAN ADALAH PASANGANNYA, AKAN MENIKMATI KEBAHAGIAAN.
Sang suami langsung setuju dengan permintaan isterinya. Dan, malam itu mereka berdua mengadakan makan malam yang sangat romantis di rumah mereka sebagai pesta perpisahan. Dalam acara makan malam itu, si suami meneguk anggur cukup banyak karena sesungguhnya ia merasa tertekan dan berat hati untuk menceraikan isterinya. Tetapi karena dia ingin sekali memiliki anak untuk menjadi ahli warisnya,maka ia bersikeras untuk menceraikan sang isteri. Ia ingin menikah lagi dengan wanita yang bisa memberinya keturunan.
Akibat minum anggur terlalu banyak, si suami menjadi mabuk dan tak sadarkan diri. Sementara si isteri tampak melamun dan sesekali menghapus air matanya.
Keesokan harinya, si suami terbangun dengan kepala berat dan sadar bahwa ia tidak berada di kamar tidurnya. Ia tidak tahu di mana ia berada tetapi ia melihat sosok isterinya sedang duduk di sebuah kursi yang terletak di samping ranjang.
“Ada dimanakah kita? Apakah aku sedang bermimpi?” Tanya sang suami lirih.
“Kamu ada di rumah orang tuaku, sayang.” Sang isteri menjawab sambil tersenyum lembut.
“Lho, maksudnya..kamu..membawaku ke rumah orang tuamu? Buat apa? Bukankah seminggu lagi kita akan bercerai?”
“Kamu pernah berjanji akan memenuhi persyaratan yang kuminta sebelum kita bercerai. Kamu bilang, aku boleh membawa sesuatu yang sangat berharga yang aku sayangi. Kamu tahu, sesuatu yang berharga dan yang aku sayangi adalah dirimu. Karena itu kamu kubawa kemari. “ Ujar sang isteri sambil membelai kepala suaminya dengan mesra.
Si suami tercenung sejenak, kemudian ia bangun dan memeluk isterinya.
“Maafkan aku, sayang…Seharusnya aku sadar betapa besarnya cintamu kepadaku. Walau aku bermaksud menceraikanmu tetapi kamu masih mencintaiku. Itu jauh lebih berharga dari seorang anak. “ Ujar sang suami sembari mengecup kening isterinya.
Suami isteri itupun mengalami pemulihan dan berkomitmen untuk saling menjaga dan mencintai sampai maut memisahkan mereka.
Dalam pernikahan, suami harus lebih mengasihi isteri daripada anak. Demikian juga isteri. Karena berkat yang terutama dalam pernikahan adalah pasangan kita. Anak adalah new comers yang merupakan berkat tambahan di dalam kehidupan suami isteri. Bukan berarti kita tidak boleh mengasihi anak, tetapi..jangan jadikan alasan ‘tak punya anak’ untuk menceraikan pasanganmu.
NOTE : ORANG YANG MENGERTI BAHWA BERKAT UTAMA DALAM PERNIKAHAN ADALAH PASANGANNYA, AKAN MENIKMATI KEBAHAGIAAN.
Komentar
Posting Komentar
Tulis Komentar Anda Di Bawah